Postingan

Menampilkan postingan dengan label Dayri

Bendera Merah Putih

  Tadi sore saya naik motor menuju desa Banjar Barat Kecamatan Gapura kabupaten Sumenep Jawa Timur, sambil lalu saya berpikir bahwa sekarang bulan Agustus, bulan sejarah kemerdekaan Indonesia diproklamasikan dengan bendera warna merah dan putih. Saya iseng menghitung jumlah bendera yang berkibar di rumah tepi jalan. Dari desa Gapura Timur sampai Banjar Barat ada 15 rumah yang mengibarkan bendera merah putih. 7 desa hanya 15 rumah yang mengibarkan bendera, ini yang membuat saya berpikir, pertama mungkin mereka tidak membeli bendera, kedua tidak ada hubungan emosional dengan bendera, ketiga karena memang tidak paham sejarah bendera, ke empat bendera bukan jaminan cinta tanah air. Tapi dalam hati saya berharap semoga semarah bendera yang berjumlah 15 itu menjadi pemicu, bagi saya penting mengibarkan bendera, minimal bagi anak kecil dibawa umur untuk memperkenalkan warna, sebelum anak kecil itu tahu warna lain selain warna merah dan putih. Saya di rumah pun mengibarkan itu untu...

Kiai Sanhaji

Kiai Sanhaji   Kiai yang dikenal sederhana, biasa dipanggil Kiai Haji, malam Sabtu tanggal 6 Agustus 2021 malam saya dan Wifi sowan dalam rangka pamit Majelis Dzikir dan Shalawat ditaruk di mushallah miliknya. Awal pembicaraan saya memulai sebagai pengantar dan beliau langsung mengiyakan acara MDS ini di taruh di mushallah beliau. Namun saya ingin bercerita bahwa ternyata beliau sebagai sosok aktivis di masa mudanya, tahun sekitar 1987an beliau sudah menjadi motor halal bihalal yang diselenggarakan di pendopo kecamatan di saat acara-acara waktu itu jarang diberi ijin, bahkan beliau mengadakatan acara di batuputih didatangi 9 polisi untuk membubarkan acara tersebut, tapi dengan kecerdasan beliau acara tersebut berjalan dengan lancar. Saya dan wifi pun ngobrol akhirnya beliau bercerita saat dipondok yang sering dipanggil Kiai Tsabit untuk mendengarkan tentang ke NU an. Dari sinilah kemudian ngobrol dengan beliau memanjang sampai satu jam-an. Saya akan bercerita apa yang menar...

Catatan Perjalanan Bersama Syaf Anton Wr

23 desember 2015 yang lalu, ada acara peluncuran antologi puisi tunggalnya mas Anton (panggilan akrab Syaf Anton Wr) “Langit Suasa, Langit Pujangga” (2015) di Yogyakarta, tempatnya di teatrikan perpustakaan umum UIN Sunan Kalijaga. Kita berangkat tanggal 21-nya, karena mau mampir ke rumah anak wanitanya mas Anton di Klaten. Kebetulan Klaten-Jogja 30 menit naik motor. Sumenep-Yogyakarta perjalanan yang melelahkan, karena bus patas yang kita tumpangi tidak sebagus yang kita kira. Kita berangkat jam 8 malam dari terminal Arya Wiraraja Sumenep sampai di Klaten pagi, saya langsung istirahat, mas Anton melepas rindu bersama dua wanita cucunya. Kami di sambut dengan baik, namanya di depan ada mas anton sebagai ayah, wajar, seperti bertamu ke rumah Tuhan, kalau bertamu bersama orang-orang yang dicintai Tuhan, maka Tuhan pun akan menyambutnya dengan baik. Hanya saja kita mau bertamu bersama siapa? Istirahat selesai, kita jalan-jalan bersama dua cucunya ke liling kota Klaten. Ke mall, ke ...

Malam dan Wanita

Malam minggu aku berjalan sendirian, menyuri jalan. jalan yang penuh kendaraan. kendaraan dan wanita. tak ada kendaraan yang tanpa wanita. 99,9% wanita. entah apa yang ditawarkan jalan terhadap perjalanan ini? perkembangan wanita dan perubahan wanita menjadi momok yang berarti untuk zaman sekarang. motif, modis dan mode menjadi setumpuk sekawanan peristiwa yang dikejar wanita. wanita memang luar biasa dalam membingkai tubuhnya. hanya saja kadang perspektif kita yang kurang memahami keadaan wanita. wanita dan perkembangan zaman selalu ada wajah baru, bentuk baru, dan seks baru. tapi bagaimana ketika seks tidak di jalur yang benar? dan malam minggu ini saya berjalan hanya sebatas mencari inspirasi, saya berpikir, apakah ini yang dikatakan wanita kapitalis? wanita hedonis? wanita pragmatis? saya juga tidak tahu, yang jelas malam itu puisi menemani saya untuk terus mengolah apa yang aku lihat, sementara filsafat selalu mengajariku untuk menganalisis agar tercipta kata dan puisi dunia. ...

Aku yang Sadar dan Wanita Hamil

kemaren sehabis magrib aku berjalan menuju Taman Kuliner bersama Mufied, malam yang dingin sambil menaiki motor jelek, tapi sampai juga di tujuan. di jalan bimo sakti aku melihat wanita hamil, Fit, wanita hamil itu memperlihatkan kalau wanita benar-benar agung dan istimewa. wanita memang seperti itu Ron, kata Mufid, tapi Fit, imbuhku, aku sampai detik ini tak mengerti dengan wanita. justeru ketakmengertianku pada wanita, justeru wanita itu semakin agung di depanku. betapa tidak? Tuhan memberikan konsep ketakmengertian pada wanita. ketakmengertian ini di ciptakan oleh Tuhan di dalam diri wanita, sehingga sosok wanita selalu menyimpan rahasia, yang harus terus-menerus di kuak dan dibaca oleh aku sebagai laki-laki. akhirnya aku sadar bahwa wanita yang memiliki roh, karomah dan ilmu harus dihormati dan di hargai sebagai manusia. dan aku sebagai penyair yang selalu peka terhadap lingkungan dan keadaan, maka sastra menyuruhku untuk di tuliskan, entah jadi puisi, cerpen, esai, dan filsafat, ...

Merasa ada.

dalam sehari semalam aku tidur tiga kali berturut-turut, entah kenapa, tiba-tiba seperti itu, padahal aku tidak memiliki kebiasaan seperti itu? inilah kejadian yang menimpa adaku, tapi malam itu, sekitar jam 2 dini hari, saya di telfon ma guruku, menawarkan banyak ilmu, dan beliau menyebut nama ilmu HIKMAH yang selama ini saya cari dan saya ingin sekali belajar. dan setelah saya selesai kuliah s2,ku di Jogja, aku akan belajar HIKMAH tersebut. pagi-pagi, siang dan magrib, saya pun merenung sambil membaca buku, dengan semangat dan fokus untuk mengejar ilmu HIKMAH yang di ceritakan sang guru, walau pun keseharian orang-orang sibuk dengan waktu dan mengejar materi, aku sedang mengejar ilmu HIKMAH demi masa depan. entah apa yang membuat aku harus seperti itu, hidup sederhana adalah jalan terbaikku dengan tidak melanggar aturan tuhan dan tidak berhenti membaca dan menulis untuk selamanya. menulis adalah semestaku membaca adalah ladangku itulah mengapa adaku semakin berarti. mungkin itul...

Gejolak Batin

Api kecil Mampu menghapuskan langkah dosa, tapi Mengapa kekecilan itu membakar Seluruh tubuhmu? Menggelapkan mata Menggelapkan rasa Menggelapkan hati Menggelapkan penguasa Seperti Langit tak punya kelembutan Hanya api membakar istana Hangus habis Peradaban hancur Kamanusiaan lebur Kekuasaan tak memuaskan diri Kekayaan tak memuaskan keserakahan Semua sama Hanya untuk diri sendiri Dimanakah janjimu? Jogja, 22 Feberuari 2010

DISKUSI ROTIN MALAM JUM’AT*

Catatan oleh: Matroni el-Moezany Karena teman-teman sadar bahwa “yang memalukan bukanlah ketidaktahuan, melainkan ketidakmauan untuk belajar” kata Plato, jadi teman-teman ingin belajar, walau kita hanya nyantai bareng diskusi. Diskusi ini sudah berjalan dua tahun, walau hanya empat orang yang aktif mengukuti, tapi teman-teman tetap semangat, antara lain, Ali Agil, (Gus Agil), Muhammad Mu’tasim Billah (Tasim), Muhammad Ali Faqih (Faqih), dan Matroni el-Moezany (Roni), inilah teman-teman yang masih aktif sampai sekarang. Diskusi ini konsen di bidang filsafat. Tidak formal alias ngobrol bareng (sharing bersama), kalau menurut bahasa teman-teman curhat. Pada sebuah ketika, pada tanggal 10-12-2009, pada malam jum’at, setelah teman-teman males, tapi kita tetap datang di tempat diskusi, ya, tempatnya di Multipurpose (MP) UIN setiap malam jum’at, teman-teman mengalami kegelisahan bersama; misalnya mereka bertanya tentang: Setelah ngobrol panjang lebar Gus Agil bilang bahwa stress memiliki pote...

Catatan Debat Wapres Tanggal 23 Juni 2009: Membangung Jati Diri Bangsa

Oleh: Matroni el-Moezany* Wakil presiden dari Megawati, Prabowo adalah kandidat yang dalam slogannya memperjuangkan rakyat kecil. Seperti Prabowo kata pada debat tanggal 23 Juni 2009 bahwa Penghasilan rakyat Indonesia di bawah 20,000,- rupiah perhari, inilah realitas masyarakat Indonesia yang diperjuangkan. Ekonomi rakyat sebagai basis perjuangannya bersama wapres Megawati. Bodeiono lahir di Jawa Timur, Blitar adalah sosok yang lembut dan kalau berakata terlalu akademik, mungkin cocok kepada mahasiswa-mahasiswa. Dalam debat kemaren dia memulai dari perkataan Bung hatta bahwa korupsi sudah menjadi budaya, bertahun-tahun Negara menjadi indek terbawa dari semua Negara. Dia menawarkan empat tujuan dalam menjalankan kebijakan pemerintahan untuk mewujudkan pemerintah yang bersih harus di bangun pertama Pancasila, kedua UUD 45, ketiga NKRI, dan ke empat Binnneka tunggal ika. Membangun bangsa tidak dengan depresi, kekerasan, tapi dengan meninkatkan perdamaian. Budiono juga menawarkan empat ag...

Kebijaksanaan Dalam Hidup, Hilar

Matronie el-Moezany Suatu yang tidak mungkin kalau kita merana dalam kata-kata, karena kata-katalah yang sangat banyak berbuat baik kepada semesta, dari sekarang sampai nanti, demikian kata Hilar. Lihatlah sesuatu yang paling terkecil di dunia ini, siapa sangka kobaran yang sederhana dapat membanjiri semesta, demikian kata Hilar Bangkitlah carilah lembah-lembah kegersangan, agar engkau mengerti kelembutan itu diperlukan, demikian kata Hilar Tak ada penebusan apa pun ketika kita melihat air mata, kecuali engkau keluarkan airmatamu sendiri untuk membasahkan kegersangan orang lain, demikian kata Hilar. Kita menyukai kata, bukan sebab kita hidup, tapi karena kita biasa berkata-kata, demikian kata Hilar Dari semua kata yang aku sukai adalah yang di tulis oleh air mata. Jadi menulislah dengan air mata, sehingga kamu tahu bahwa air mata adalah ruh. Tidak mudah menyelami air mata yang tidak kita lihat, bahkan aku benci kepada orang yang pemalas menulis. Demikian kata Hilar Berfikirlah untuk me...

Angan-Angan Pribadi ke Depan Setelah Menyelesaikan Pendidikan

Angan-Angan Pribadi ke Depan Setelah Menyelesaikan Pendidikan Setiap kita sebagai orang yang berpendidikan, tentunya memiliki angan-angan setelah menyelesaikan studinya. Angan-angan ingin menjadi guru, dosen, sastrawan, penyair, presiden, dan macam-macam. Tentunya angan-angan itu harus di bangun sejak dini, dimana kita mulai mengenyam pendidikan dasar. Di sini pertanyaan kemudian muncul. Bagaimana membangun format pendidikan yang sesuai dengan apa yang menjadi angan-angan pribadi sejak awal. Mayoritas orang berpendidikan saat ini memang harus memiliki angan-angan yang jelas ke depan, sebab tanpa adanya angan-angan yang jelas untuk mencapai angan-angan tersebut, maka makna dan fungsi pendidikan yang kita pelajari sejak awal seakan hampa tanpa makna. Dan saya sebagai pribadi, dan mahasiswa sangat sejutu dengan adanya tema yang di usung oleh beasiswa Djarum ini, sebab dengan begitu kita akan tahu sejauh mana mahasiswa memiliki angan-angan yang jelas di masa depan. Saya sebagai ...

Gejolak Waktu yang Rapuh II

Oleh: Matroni A el-Moezany* Malam yang kutunggu hanya sebuah ilusi yang tak akan pernah ada dalam keadaan ini. Walau pun sesuatu tidak akan ada dari ketiadaan. Mungkinkah yang tidak itu ada? Ini hanya sebuah teori yang tidak bisa sampai pada titik puncak yang akan di capai oleh para menghasil teori maupuan para filosof. Dalam dunia kita akan menemukan sesuatu yang lebih berharga daripada menjadi orang yang hanya berwaktu dalam diri (sok-sok-an). Tapi mungkinkah sok2an itu menjadi waktu yang setia dalam jiwa dan perjalanan rohanimu?. Inilah yang pantas menjadi Tanya dan Tanya dalam jiwa. Sehingga langkah awal untuk mencapai itu semua tiada lain hanyalah perjalanan, baik perjalanan dalam diri maupun perjalanan dalam pikiran, dan perjalanan dalam kesunyian. Dalam kesunyian ini, kita tidak akan menemukan sesuatu yang menyakitkan, karena dalan sunyi yang ada hanyalah kesendirian dari kita. Seketika itu sebuah kata itu akan lahir sebagai tanda percakapan yang senantiasa menggugah rasa di jiw...

Gejolak Waktu yang Rapuh

Oleh: Matroni A el-Moezany* Malam yang kutunggu hanya sebuah ilusi yang tak akan pernah ada dalam keadaan ini. Walau pun sesuatu tidak akan ada dari ketiadaan. Mungkinkah yang tidak itu ada? Ini hanya sebuah teori yang tidak bisa sampai pada titik puncak yang akan di capai oleh para menghasil teori maupuan para filosof. Dalam dunia kita akan menemukan sesuatu yang lebih berharga daripada menjadi orang yang hanya berwaktu dalam diri (sok-sok-an). Tapi mungkinkah sok2an itu menjadi waktu yang setia dalam jiwa dan perjalanan rohanimu?. Inilah yang pantas menjadi Tanya dan Tanya dalam jiwa. Sehingga langkah awal untuk mencapai itu semua tiada lain hanyalah perjalanan, baik perjalanan dalam diri maupun perjalanan dalam pikiran, dan perjalanan dalam kesunyian. Dalam kesunyian ini, kita tidak akan menemukan sesuatu yang menyakitkan, karena dalan sunyi yang ada hanyalah kesendirian dari kita. Seketika itu sebuah kata itu akan lahir sebagai tanda percakapan yang senantiasa menggugah rasa di jiw...