Oleh: Matroni Muserang* Kemendikti akan tutup prodi yang tak relevan dengan industri (tempo, 25/04/2026). Kalimat di atas bagi saya sangat lucu, mari kita refleksikan bersama. Dalam keseharian, manusia sering kali memahami bencana sebagai peristiwa yang bersifat fisik, seperti gempa bumi, banjir, longsor, pandemi, atau perang. Namun, di balik segala bentuk kerusakan yang kasat mata itu, terdapat jenis bencana lain yang jauh lebih halus dan sublim tetapi berdampak mendalam—yakni bencana ontologis. Bencana ini tidak menghancurkan bangunan atau infrastruktur lain, melainkan mengguncang fondasi keberadaan manusia itu sendiri yaitu dengan cara kita memahami realitas, identitas, dan makna hidup. Secara sederhana, ontologi adalah cabang filsafat yang membahas tentang “apa yang ada” atau hakikat keberadaan. Maka, bencana ontologis dapat dipahami sebagai kondisi di mana kerangka dasar yang selama ini kita gunakan untuk memahami dunia tiba-tiba runtuh atau tidak lag...