Postingan

Menguak Calak Edu Pendidikan di Indonesia

Gambar
Judul Buku       : Calak Edu 1, Esai-Esai Pendidikan 2008-2012 Penulis              : Ahmad Baedowi Penerbit            : Pustaka Alvabet, Jakarta Cetakan           : Pertama, Mei, 20 1 2 Tebal                : 260 Halaman Peresensi        : Matroni Muserang* Tidak asing lagi bagi kita, ketika membaca pendidikan di Indonesia, akan selalu terdengar “bermasalah” dan penuh persoalan yang tidak menemukan ujungnya. Persoalan-persoalan ini sudah saatnya untuk menemukan penyelesaian secara mendasar, dan perenungan panjang, agar persoalan-persoalan ini tidak larut dalam kelenaan dan tidur panjang yang berlebihan. Dalam buku ini Ahmad Baedowi memulai tulisannya dengan...

Samurai Rahasia Kemajuan Jepang

Gambar
                         Judul              : Nyanyian Jiwa Sang Samurai, Harmoni Manusia Bersama Alam Semesta dan Sesama Penulis             : Najamuddin Muhammad Penerbit           : Buku Biru Yogyakarta Cetakan           :  Mei 2010 Tebal               : 208 Halaman Peresensi         :Matroni Muserang * Jepang yang saat ini telah dikenal sebagai negara maju menyimpan banyak kearifan-kearifan moral yang menjadi simbol sebuah kebudayaan. Sebelum Jepang mengalami proses Industrialisasi, sekitar abad 19 dengan adanya restoresi Maiji, Negara dengan sebutan Matah...

Menyelami Lautan Hikmah

Gambar
                   Judul Buku     : Ziarah Agung, Kisah-kisah di Balik Perjalanan Ibadah Haji dan Operasi Tumor Usus Besar Penulis            : Nisful Laila Iskamil Penerbit         : Asy Syifa Press Cetakan          : Pertama, Februari 2013 Tebal              : xi+206 h alaman , 14 x 21 cm ISBN                : 978-602-18231-5-6 Peresensi       : Matroni Muserang* Barang siapa yang hari sekarang lebih baik dari hari kemarin, maka dia termasuk orang beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dia merugi, barang siapa yang hari ini leb...

Memasuki Filsafat Melalui Anekdot

Gambar
                         Judul Buku     : Si Buta dari Gua Plato, dan 99 Anekdot Filsafat Lainnya Penulis             : Rif’An Anwar Penerbit           : Kanisius Cetakan           : Pertama , 20 11 Tebal               : 157 halaman Peresensi         : Matroni Muserang* Banyak mahasiswa atau kebanyakan orang mengatakan tidak setuju dengan gagasan bahwa filsafat merupakan prilaku alamiah atau filsafat tak membumi. Untuk mengatasi masalah ini, Rif’an menunjukkan kepada kita bahwa filsafat sangat mudah dipahami. Karena anekdot yang dia tulis memang lucu dan penuh dengan h...

Meritualkan Sastra Indonesia

Oleh: Matroni Muserang Bahasa Indonesia bukan bahasa lokal. Bahasa Indonesia bukan bahasa agama yang ada kaitannya dengan Tuhan. Bahasa Indonesia adalah bahasa yang tidak memiliki tuhan. Bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu bangsa. Bahasa Indonesia adalah bahasa yang hanya digunakan oleh birokrasi bangsa dan negara. Bahasa Indonesia adalah bahasa yang digunakan untuk mendekat kepada para politisi. Bahasa Indonesia tidak bisa dijadikan sarana untuk mendekat kepada Tuhan. Esai ini ingin mencoba sejauh mana bahasa Indonesia mampu memberikan sumbangsih terhadap kearifan lokal dalam keseharian masyarakat yang aktif dalam melakukan kearifan lokal? Apakah bahasa Indonesia mampu masuk dalam tubuh kearifan lokal? Apakah bahasa Indonesia bisa dijadikan sarana untuk mendekat kepada tuhan? Inilah pertanyaan-pertanyaan yang hendak di refleksikan oleh saya dalam esai ini. Bahasa Linguistik atau ilmu bahasa merupakan ilmu yang membicarakan seluk-beluk bahasa itu sendiri. Dalam catata...

Mencari Otentisitas Cinta dalam Puisi

Oleh: Matroni Muserang* Tiap Sabtu Sore Komunitas Rudal selalu mengadakan diskusi sastra yaitu puisi dan cerpen dan sampai hari kemaren sudah berjalan 17 kali pertemuan dengan melibatkan para pembedah puisi dan cerpen berbakat misalnya Sunlie Thomas Alexander, Mahwi Air Tawar, Achmad Muchlish Amrin, Set Wahedi, F. Rizal Alief, Bernando J. Sujibto, Jufri Zaituna, dan penyair-penyair jogja lainnya. Dalam salah satu pertemuan, ada yang menggeletik saya untuk menulis tentang otentisitas cinta. Ada penyataan teman diskusi yang mengatakan bahwa kalau Amir Hamzah dikatakan penyair romantis karena dalam puisi menyebut cinta dan wanita (baca: Amir Hamsah). Walau pun pada perkembangannya cinta itu dipertanyatakan oleh Chairil Anwar. Chairil mempertanyakan wanita,cinta suci,cinta murni?.   Kalau penyair ”bentuk” eksperimental Amir Hamsah dan Chairil Anwar masih memilih sastra dan peduli pada ”isi”, maka penyair-penyair akhir-akhir ini malah merasa “letih dan lelah oleh debat anta...

Keterburu-buruan “Penyair”

Oleh: Matroni Muserang Kegagalan melembagakan keterburu-burun (tidak sabar,) minimnya menghargai proses , atau paling tidak ketiadaan orientasi ide untuk menuntun keterburu-buruan itu, sehingga membawa kecemasan penyair yang berkehendak mewujudkan suatu keterburuan-buruan dalam menerbitkan tulisannya dalam bentuk buku.    Ruang sastra yang kini membesar justru lebih terasa dihuni pekerja-pekerja " sastra identitas" atau “sastra buku” , yaitu mereka yang berjuang untuk suatu cita-cita “sastra buru-buru” , terutama karena mendasarkan perjuangan sastra pada doktrin ke-diri-an . Lebih karena keyakinan final tentang "moralitas sastra " dan agama, yang sebagian merupakan lanjutan obsesif dari perdebatan tentang dasar sastra pada awal sejarah kesusastraan , sastra identitas itu memperoleh reperkusi historisnya dari perkembangan sejenis di dunia. Globalisasi tidak dipandang oleh “sastra identitas ” sebagai sarana percaturan ide-ide global, tetapi dimusuhi se...