Kelam Membelam




Semoga kata yang kulahirkan ini wahyu
Untuk sepasang hari bersama waktu
Kulalui bersama kelam belam

Langit kelam membelam
Sementara kata belum selesai aku rangkai                                                                     
Dalam semalam aku hanya mampu mengecup dingin
Menebar wangi lewat lampu

2010-2011

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wisata Budaya Yang “Mengenaskan”

Puisi: Sebuah Aktivitas Imajiner

Zapin, Representasi Marwah, Jati Diri, dan Perekat Masyarakat Melayu