Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2026

Otoritas Keagamaan: Utilitarianisme dan Pemikiran Ki Hajar Dewantara

Gambar
  Oleh: Matroni Mus è rang*   Otoritas keagamaan bukan sekadar kedudukan sosial, melainkan amanah moral yang dibangun melalui kepercayaan masyarakat terhadap pengetahuan, keteladanan, dan integritas seseorang. Persoalan muncul ketika otoritas tersebut digunakan untuk mengarahkan perilaku masyarakat demi kepentingan pribadi dan institusinya. Fenomena ini dapat terlihat dalam praktik penggunaan ayat Al-Qur’an dan hadis untuk menarik jemaah umrah dengan orientasi utama keuntungan finansial, pemanfaatan status keagamaan untuk membenarkan usaha, serta penggunaan pengaruh spiritual untuk mendikte orang lain. Tujuan esai ini bahwa penyalahgunaan otoritas keagamaan merupakan tindakan yang secara moral bermasalah karena mengubah kepercayaan publik menjadi alat akumulasi kepentingan pribadi, sehingga bertentangan dengan prinsip kebahagiaan bersama dalam utilitarianisme dan cita-cita pembentukan manusia berbudi pekerti dalam filsafat pendidikan Ki Hajar Dewantara. Persoalannya buka...