Tanpa peta

Engkau jejakkan tanpa peta
Mengejar semesta agar memelukku
Dimana engkau
Apakah cinta yang akan memberi jalan menemukan arah
Aku persembahkan diri pada orang lain
Karena itu adalah diriku yang lain
Biarkanlah aku rajang waktu
Walau diri tak terjalin cinta dari kamu
Aku kirimkan diriku yang sebagai pelengkap rasa
Yang terbuang dari jiwa

Jogja, 2009

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wisata Budaya Yang “Mengenaskan”

Puisi: Sebuah Aktivitas Imajiner

Zapin, Representasi Marwah, Jati Diri, dan Perekat Masyarakat Melayu