Oleh: Matroni el-Moezany* Dalam catatan sejarah pergolakan ilmu pengetahuan selalu menjadi moment kepentingan bagi para intelektual dunia. Mulai dari antroposentris, kosmosentris, teosentris, teo-antroposentris, hedonisme, pragmatisme, globalisasi, liberalisme, sekularisasi, fositivistik, dan strukturalisme, sehingga kita menemukan zaman modern, bahkan postmodern yang kemudian ditandai dengan pergolakan sosial yang begitu cepat. Tapi mengapa kita hanya menjadi penonton dan bersaksi atas spirit pergolakan sosial, kecanggihan teknologi. Kita belum menyadari krisis kemanusiaan itu, mulai dari krisis diri, alienasi, depresi, stress, keretakan birokrasi, keretakan keluarga, sampai berbagai penyakit psikogis lainnya. Justeru adanya penyakit psikologis inilah yang menjadikan ketakutan kita dalam menghadapi krisis eksistensial dan hadirnya penyakit psikologi budaya. Jadi apa yang dikatakan fisikawan Fritjof Capra bahwa krisis multidimensi sudah mengitari setiap aspek kehidupan kita: kesehatan...
Komentar