Sesuatu Yang Mengherankan

Seperti mata anak-anak
Melihat sesuatu merasa heran
Tanpa hanyut dalam permainan waktu
Karena aku ingin bangun
Dari tidur penindasan

Apa yang kusebut kata-kata
Kini mengkristal dalam denyut
Kehidupan bangsa-bangsa

Dan tak kutemukan
Kemurahan hati, sikap saleh, manusiawi, dan kejujuran
sang penguasa

Engkau hanya tegas dalam kata, tapi
Tidak dengan aksara
Dimakah engaku simpan?

Jogja, 2009

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wisata Budaya Yang “Mengenaskan”

Puisi: Sebuah Aktivitas Imajiner

Zapin, Representasi Marwah, Jati Diri, dan Perekat Masyarakat Melayu