Instrument Kata

Genangan kata yang terlontar
kuharap terbagi pada malam nanti
kini alunan menjadi kisah
di ruang hampa yang ternoda
getar jiwa tak bisa kuraba
dan kukatakan sebagai kata yang sebenarnya

Bagaimana mungkin
kisah ini sangat indah
bila air mata menjadi gombal
dan kata-kata menjadi lumpur (WS)

Kekasih, jangan kau harap
bulan ini menjadi waktu
yang sesungguhnya
sampai ada yang menolong
dari jurang kehancuran
sehingga jejak tiada arah yang utuh

Simpan saja di ruang kosong
agar api di jiwa menjadi sengsara
dan tubuh merana berwaktu-waktu

Jogja, 2008

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wisata Budaya Yang “Mengenaskan”

Puisi: Sebuah Aktivitas Imajiner

Zapin, Representasi Marwah, Jati Diri, dan Perekat Masyarakat Melayu