Ketidakhadiran Pagi

begitu begiku

sesepi serasa

sedemikian seadanya

serupa sesampainya

semua ada pada

ketidakhadiran pagi bagiku

sebegitu susahnya melayangkan

untuk kutitipkan pada Tuhan

semisal pagi tak mau kuajak

melayani semesta malam

Jogja, 2009

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wisata Budaya Yang “Mengenaskan”

Puisi: Sebuah Aktivitas Imajiner

Zapin, Representasi Marwah, Jati Diri, dan Perekat Masyarakat Melayu