Postingan

Tambak Imaji

 sudahkah kita berpikir tentang tambak tentang luka yang tak berdarah tentang masa depan tak terarah   tentang air mata yang kering tentang sepetak imaji yang gersang   letihlah memang letih memanggil namamu di tengah gumpalan tanah yang kiang terjal lantaran bukit imaji pelan-pelan akan rata bersama sebidang dada yang meradang   akankah kau anggap aku tak punya airmata bila imajiku kau Tanami udang raksasa   aku tahu tanahku ada emas dan gas mengapung di kedalaman waktu dan posfat membuat imaji kian ganas   dimanakah masa depan akan dijalankan bila tanah-tanah menjadi seni per-tambak-an dan tipu daya menjadi duplikat kejayaan   Sumenep, 23 Agustus 2020  

Tambak Kata

 kata-kata di buldozer dibuat kotak poster   ia dihadang pedagang demi masa depan telanjang   tanpa daya dan kuasa alam semakin tak berdaya   kata-kata tak bermakna apa tapi tumpukan lumbung siapa   kata tak lagi apa ia semacam lipstick luka   kata tak lagi mengapa ia gudang sengsara   aku tak yakin masa depan kata ia terlunta-lunta karena harga   silahkan kau buat tambak kata dimana-mana untuk membuktikan kau kuasa pada semesta   sekeping uang logam lebih berarti dari terasi bila tambak-tambak bergeliria menghias dasi   kata di jual tanpa amdal supaya kau bisa naik unta di jabal   Madura, Agustus 2020

Perahu tanah

 aku membuat perahu dari tanah tapi roboh   lantaran ia bukanlah kayu tapi tanah layu   aku bahagia bisa membuat perahu tanah lantaran kayu tak ditanam   kayu di tebang untuk tambak udang udang di ladang tumbuh dagang   tanah ditanami tambak tambak ditanami ombak   kini ombak di tanah membentur jiwa dan dada   perahu tanah tak ada ia hilang di telan daya   Madura, 2020

Perahu Kata

aku datang dari kota bertamu ke kampung   aku datang dari kampung bertamu ke kota   kini kota ke kampung mencari laut dan tanah gunung   ia huruf kecil yang berkelindan mencari cela dikerumunan bahagia   orang-orang pada naik dengan bangga lantaran kata-kata sudah megah   di larut laut hening kata bersinarlah bahagia dalam dada   kata-kata berlayar menuju kota tanpa kabar   kau dan aku menjadi asing di puncak badai paling bising   Madura, 2020

Perempuan Sebelum Nabi Muhammad SAW Ada

 esai ini hasil pendengaran saya ketika mengikuti pengajian dalam rangka maulid Nabi Muhammad SAW di Madrasah Nasy'atul Muta'allimin Putri pada tanggal 28 Oktober 2020. seperti biasanya ketika bulan maulid hadir, semarah shalawat dan peringatan pun dimana-mana dirayakan, baik di masjid, mushallah, pesantren, madrasah bahkan rumah-rumah penuh dengan lantunan shalawat, sebagai bentuk terima kasih kita sebagai ummat. namun dalam peringatan di madrasah Nasa Putri ini mengundang penceramah Dr. KH Maimon Syamsuddin yang bercerita perempuan sebelum nabi Muhammad di utus sebagai nabi, bahwa yang sebenarnya harus banyak bershalawat kepada nabi adalah perempuan, mengapa? karena perempuan sebelum nabi datang dengan membawa Islam, perempuan tidak dianggap sebagai manusia, kenapa karena zaman itu perempuan seperti binatang yang boleh di jual belikan bahkan di tonton ke pasar untuk di jual bagi orang yang tidak punya uang belanja, jika tidak laku perempuan bisa di gadaikan. zaman dimana ada ...

Sang Mistikus Kini Telah Pulang

Oleh: Matroni Musèrang*     " Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un . Telah meninggal dunia sastrawan besar Indonesia, Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono , di Eka Hospital BSD, Tangerang Selatan pada Minggu, 19 Juli 2020, pukul 09.17 WIB. Semoga Alm. husnul khatimah. Amin. Kepulangan adalah kata terakhir seteah kita berjumpa. Dan penyair itu telah pulang duluan sebelum yang lain pulang. Namun sebelum kita pulang, tentu kita pasti berinteraksi dengan semesta, dengan waktu, dengan zaman, dengan kata-kata, dengan puisi. Sang mistikus bergelut dengan puisi, mengapa ia menyadari bahwa jasadku tak akan ada lagi, maka yang abadi di dunia ini adalah kata-kata dalam puisi, sehingga selama hidupnya Sapardi pun ingin memberikan pahala yang terus mengalir ke alam kepulangan. Sebab kata-kata yang kita tulis ia akan mengalirkan nilai-nilai ke siapa pencipta kata-kata itu, oleh karena puisi sebagai media penciptaan merupakan sarana yang pas, karena dalam puisi kata-kata selalu baik, dan...

Satgas Bintang 9

  aku melangkah bersamamu memberikan cahaya pada kampung yang berbeda memuat suara-suara pernyataan pada ranting   membangunkan daun-daun mlandingan membuka cakrawala yang kusam akan kepanikan dan kehangatan   tim satgas bintang 9 bersuara mencari masjid dan mushallah tempat menemui Sang Maha   aku melangkah bersamamu tanpa tetes uang dari negara sebab aku ada karena gerak   aku melangkah bersamamu tanpa upah dan apa-apa sebab aku ada karena sedekah   aku melangkah bersamamu menyebarkan plastik dan amplop untuk tahu siap yang dapat dan tak dapat   aku melangkah bersamamu dari ranting untuk ranting dari akar untuk akar   aku tak berharap apa-apa selalu bersamamu menemani daun-daun menamani rumput menemani akar   itulah kami satgas bintang 9 MWC NU Gapura ada bersamamu   7 Mie 2020