Kemacetan Tradisi Sastra
Oleh: Matroni el-Moezany* Suatu hal tidak bisa dihindari atau tidak boleh dipungkiri lagi bahwa kemacetan dan keberhentian tradisi sastra yang bernyawa dalam ruang dan waktu tertentu, dimana dalam ruang dan waktu itu terdapat keberagaman warna-warni sampah. Dalam bentuknya yang paling nyata dan terang, ruang dan waktu terntentu itu adalah masyarakat, sebuah sosial dan euforia sosial-politik rupanya tidak sekedar tampil dalam berbagai bentuk keramaian, hiruk-pikuk, dialog-dioalog, dan politik di layar tv, rasa atau perasaan yang gila, tapi juga menyusup pada lembah sastra dan kesenian kontemporer, bahkan ada yang mempengaruhi cara kita dalam mengekplorasi sebuah karya kesejukan ini (sastra). Dalam hal ini, sastra bukanlah hal yang bersifat kesepian, otonom, berdiri sendiri, melainkan sesuatu yang terikat erat dengan kondisi dan situasi di lingkungan masyarakat dimana kita bertempat tinggal dalam suatu tempat. Jika sastra itu bukan bersifat kesepian, otonom, berdiri sendiri berarti bah...