Pagi itu, pagi yang sebenarnya, Niji mengikuti seminar di salah satu kampus di Yogyakarta dengan tema Peace generation yang di angkat oleh Biji. Salah satu yang hadir adalah dua dosen dan empat mahasiswa. Mereka membahas panjang lebar tentang hal itu, salah satu dosen berkata bahwa kurikulum akademik selalu lambat dan tidak kontekstual, makanya tidak heran kalau ada demo selalu membara, anarkis, karena mereka marah dengan kampus yang tidak tahu realitas, tahunya hanya tatakrama akademik yang sebenarnya tidak mutu dan tidak tahu perkembangan masyarakat. “Peacae generation bergerak untuk pendamaian” Masalahnya mampukah peace generation mendamaikan masyarakat, jika itu masih berbentuk komunitas dan masih diskusi di ruang maya? Tanya Niji. Sangat sulit memetakkan dan mengatasi masyarakat, Niji tahu itu karena Niji orang lapangan yang tahun betul keinginan masyarakat dan perubahan masyarakat. Kadang masyarakat berkata ‘ya gampang’, tapi ketika di tunggu masyarakat malah bertan...
Komentar