Menguak Keterpinggiran Sastra Budaya
Oleh: Matroni el-Moezany* Dimana ada sastra di situ ada budaya. Begitu sebaliknya dimana ada budaya di sana ada sastra. Sastra lahir dari realitas kebudayaan. Sementara kebudayaan melingkupi sastra. Sastrawan adalah orang yang membawa budaya. Karena keduanya saling mengisi. (baca Minggu Pagi no 48 TH 63 Minggu IV Februari 2011: Affan Safani Adham: Kenapa Sastra Budaya Terpinggirkan ). Ini selalu menjadi perbincangan yang belum menemukan ujungnya. Sastra menjadi cabang dari budaya, jadi kalau kita berbicara sastra dalam kaitannya dengan budaya, maka kita membutuhkan banyak referensi dan pengalaman, karena ketika sastra yang kita lihat maka tidak terlepas dari proses kreativitas sastrawan itu sendiri. Sulit untuk memetakan sastra yang seperti apa yang dibutuhkan masyarakat. Apakah yang realis atau yang absurd? Karena ketika berbicara masyarakat keberagaman menjadi sebuah keniscayaan. Yang jelas, lahirnya sebuah sastra tidak terlepas dari pengalaman si sastrawan di tengah realitas ob...