dan partai apa saja yang ada, pada waktu itu, anda bisa melihat buku ini, karena dalam buku ini terdapat banyak sekali partai-partai mulai diadakannya pemilihan umum di Indonesia.
Oleh: Matroni el-Moezany* Dalam catatan sejarah pergolakan ilmu pengetahuan selalu menjadi moment kepentingan bagi para intelektual dunia. Mulai dari antroposentris, kosmosentris, teosentris, teo-antroposentris, hedonisme, pragmatisme, globalisasi, liberalisme, sekularisasi, fositivistik, dan strukturalisme, sehingga kita menemukan zaman modern, bahkan postmodern yang kemudian ditandai dengan pergolakan sosial yang begitu cepat. Tapi mengapa kita hanya menjadi penonton dan bersaksi atas spirit pergolakan sosial, kecanggihan teknologi. Kita belum menyadari krisis kemanusiaan itu, mulai dari krisis diri, alienasi, depresi, stress, keretakan birokrasi, keretakan keluarga, sampai berbagai penyakit psikogis lainnya. Justeru adanya penyakit psikologis inilah yang menjadikan ketakutan kita dalam menghadapi krisis eksistensial dan hadirnya penyakit psikologi budaya. Jadi apa yang dikatakan fisikawan Fritjof Capra bahwa krisis multidimensi sudah mengitari setiap aspek kehidupan kita: kesehatan...
Oleh: Matroni Musèrang Bahasa puisi dan rasa puisi akan berbeda ketika kita merasakan. Rasa puisi adalah instrument untuk me-rasa, sementara bahasa puisi adalah hasil dari me-rasa atau refleksi dari sebuah rasa, yang kemudian melahirkan kata-kata, ide-ide segar, pemikiran dan aksi , sedangkan imajinasi adalah sebuah bentuk ide, kata-kata dalam pikiran dan hati , yang didalamnya berisi kelembutan, kesejukan, kesegaran dan kedamaian , sehingga puisi yang lahir akan membuahkan ingatan-ingatan yang abadi bagi pembaca. Saya belajar menulis puisi sejak tahun 2005, saat itu wacana sastra sedang semarak dengan wacana sastra “kaulitas dan bentuk” ke aksi. Para penyair dan sastrawan ramai memperbincangkan “kaulitas karya puisi” dan Jogja masih semarak dan semangat-semangatnya. Sastra yang semula kata benda abstrak menjadia kata kerja. Penyair dan sastrawan dintuntut untuk bersastra tapi menyastra, tidak lagi berbudaya tapi membudaya kata Darmanto Jatman, ungkapan yang asing...
Oleh: Matroni el-Moezany dan Dwi Lestari ST Masuknya ajaran Islam ke daerah Nusantara, khususnya ke daerah Riau pada abad ke XII-XIV yang dibawa oleh bangsa Arab dan Persi, telah meninggalkan pengaruhnya dalam bidang budaya dan kesenian. Kesenian yang berkembang sebagai hasil pengaruh kedua budaya di atas di antaranya adalah tari Zapin dan Gambus Riau. Kesenian ini banyak berkembang di pulau Bengkalis, pulau Penyengat, dan Siak Sri Indrapura. Selain memperkaya kazanah tarian di Nusantara, zapin merupakan salah satu kesenian yang menjadi identitas masyarakat Melayu (khususnya Bengkalis) dan mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional. Menurut akar katanya, zapin berasal dari bahasa Arab, zafn, zafan yang bermakna gerak atau langkah (kaki), melangkah, zaf (alat petik berdawai 12), dan al-zafn dimaknai sebagai mengambil langkah atau mengangkat satu kaki. Kesenian ini diperkenalkan para gujarat dari Hadramaut, Yaman ketika mereka berdagang sambil menyebarkan agama Islam. Ketika itul...
Komentar