Mungkinkah? Oleh: Lestari Dewi* Pada hari yang lelah, warnet adalah tempat istirahat. Di dunia maya, aku bisa menyapa teman-teman. Cerita nostalgia, kabar bahagia, peristiwa menyedihkan, dan gambaran dunia terpampang bergantian seperti pajangan. Mataku menelan lembar-demi lembar layar, menyusuri kota demi kota bahkan kadang-kadang kutergerak untuk melihat dunia. Teknologi memang gila. Ruang dan waktu dirangkumnya dalam satu sentuhan jemari saja. Ah, tak heran orang menyebutnya dunia maya. Jejaring ini meleburkan peristiwa dan masa. Detik-detik jam terus berjalan. Tak sadar 4 jam sudah berlalu. Aku agak kesal. Kenapa waktu berjalan sedemikian cepat. Ternyata, aku hanya memandangi computer ini. Ketika aku sadar aku sudah 4 jam, aku kesal. Hah, berapa uang yang harus kukeluarkan untuk membayar internet ini. Sambil menggerutu kecil, kumaki-maki diriku, “dasar tolol, ngapain saja kamu tadi, sudah lama gak dapat apa-apa lagi”. Aku jadi tambah capek. Biasanya habis ngenet aku refres dan pa...